Pembekalan Pamong dan Musyrifah

Kamis, 09 November 2017
pembekalan-pamong-dan-musyrifah

Ahad, 13 Agustus 2017 Sebanyak ± 60 peserta diberikan pelatihan dan pembekalan untuk Pamong dan Muyrifah tahun pelajaran 2017/2018, acara ini rutin diadakan diawal tahun pelajaran oleh Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta dengan tujuan agar komunikasi antar pamong dan musyrifah dapat berjalan dengan baik dalam menjalankan visi dan misi yang diberikan oleh madrasah.

 

Ibu Agustyani Ernawati, S.Pd. selaku Direktur dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk tahun pelajaran 2017/2018 madrasah mengemban amanah untuk mendidik 1.088 siswi yang berasal dari 33 propinsi se Indonesia. Amanat ini menjadi tugas dan tanggung jawab bersama seluruh elemen madrasah termasuk para pamong dan musyrifah untuk mendidik, mendampingi dan menjadi orang tua di asrama. “ In Syaa Alloh kita diberikan kekuatan dan kesabaran dalam mengemban amanah ini dan semoga menjadi catatan amal kebaikan untuk kita semua, lanjut Ibu Agustyani Ernawati dalam sambutannya.

 

Pada kesempatan ini, para Pamong dan Musyrifah dibekali kembali tentang visi dan misi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta yang dalam hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Pembina Harian Madrasah Mu’allimin Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Bapak Dr. H. Agung Danarto, M.A, dalam sesi ini beliau menyampaikan rasa syukur bisa bertemu dengan pamong dan musyrifah untuk sharing dan bersama-sama menyamakan niat mendidik peserta didik yang ada di Madrasah Mu’allimaat Muh. Yk. Dr. Agung Danarto menyampaikan bahwa tujuan KH. Ahmad Dahlan mendirikan Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimaat yang dulu bernama Al Qismul Arqo pada tahun 1918 untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dalam visi madrasah tercantum bahwa Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta adalah institusi pendidikan tingkat menengah yang unggul dan mampu menghasilkan kader ulama, pemimpin dan pendidik sebagai pembawa misi gerakan Muhammadiyah.

 

Pada sesi selanjutnya, Ustadzah Unik Rasyidah, M.Pd. dan Ustadz Atang Solihin, S.Pd.I. selaku Wadir III dan IV menjelaskan tentang buku tata tertib dan peraturan-peraturan yang berlaku di asrama. Pada sesi ini banyak terjadi dialog antara pamong, musyrifah dan pimpinan terkait pengembangan kehidupan asrama.

 

Sesi terakhir dengan narasumber Bapak Dr. H. Chabib Chirzin dengan tema peran pamong dan musyrifah dalam pengasuhan dan pembinaan siswi di asrama. Beliau Dr. H. Chabib Chirzin menjelaskan bahwa menjadi pamong dan musyrifah merupakan pekerjaan yang mulia, beliau mencontohkan ketika beliau menjadi musyrif pada tahun 1978 menjadi pengalaman yang tak terlupakan karena ketika menjadi musyrif itulah beliau bisa bertemu dengan orang-orang yang peduli tentang pendidikan baik dari seluruh penjuru Indonesia hingga ke manca negara hingga sekarang beliau masih aktif menjadi konsultan pendidikan baik nasional maupun internasional. Beliau berpesan jadilah pamong dan musyrifah yang bisa menginspirasi mereka.