Peneguhan Militansi Kader Melalui Jejak Nyai Ahmad Dahlan

Senin, 28 Agustus 2017
peneguhan-militansi-kader-melalui-jejak-nyai-ahmad-dahlan

Kamis, (24/08/2017) Guru, Karyawan dan Siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengikuti Kegiatan Peneguhan Militansi Kader Melalui Jejak Langkah Nyai Ahmad Dahlan di Empire XXI dan Plaza Ambarukmo XXI yang terletak di Jalan Solo. Kegiatan diisi dengan menonton film Nyai Ahmad Dahlan di dua tempat tersebut. Petugas Empire XXI Ambarukmo Plaza mengatakan bioskop dibuka di luar jam operasi bioskop khusus untuk Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah yang hari itu menyewa 2 studio di Ambarukmo Plaza dan 3 studio di Empire XXI.

 

Sebanyak 1192 orang mengikuti kegiatan ini. Untuk mengangkut peserta sebanyak itu Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menyediakan 39 bis yang terparkir di Punokawan dan terminal Ngabean. Panitia menempatkan Ustadzah yang bertugas sebagai koordinator dibantu musyrifah dan anggota IPM disetiap bis yang ditumpangi siswi.

 

Pukul 07.00 WIB siswi masuk kelas seperti biasa. Dilanjutkan berdoa dan tadarus bersama-sama. Kemudian panitia membagi siswi menjadi beberapa kelompok dan dipersilahkan menuju bis. Sementara itu Ustadzah koordinator bis sudah menunggu siswi sesuai nomor bis yang dibagi panitia. Pukul 08.30 WIB satu persatu bis yang telah terisi penuh mulai melakukan perjalanan. Pukul 09.00 WIB seluruh rombongan telah tiba di tempat tujuan masing-masing. Sesampainya di empire XXI siswi di bagikan tiket masing-masing dan memasuki studio. Pukul 09.40 WIB film mulai di putar. Selama 1 jam 42 menit peserta larut dalam jalan cerita. Cerita terasa mengena karena bercerita tentang perjuangan dalam menegakkan nilai-nilai agama melalui organisasi Muhammadiyah. Salah satu adegan menampilkan Nyai Ahmad Dahlan sedang menyampaikan wejangan kepada warga yang mengikuti pengajian diantaranya adalah, ”dalam pernikahan itu harus berfikir bersama bukan berarti harus berpikiran sama, perempuan juga harus bisa beramar maruf nahi mungkar, perempuan sebagai pendamping suami juga mempunyai hak untuk pintar”. pola pendidikan karekter juga ditampilkan ketika Nyai Ahmad Dahlan menegur salah satu anaknya yang menunda sholat karena keasyikan bermain biola. Dengan tegas dan penuh kasih sayang Nyai Ahmad Dahlan memberikan nasihat sholat itu nomor satu, harus dilakukan di awal waktu. Adegan lainnya menampilkan sesaat sebelum K.H. Ahmad Dahlan meninggal dunia. Nyai Ahmad Dahlan kemudian melanjutkan perjuangan dengan tegar. Beberapa guru, karyawan dan siswi meneteskan air mata. Sosok Nyai Ahmad begitu menginspirasi karena selain sebagai sosok Ibu, juga sebagai sosok guru dan sahabat yang peduli terhadap ummat.

 

Sekitar pukul 11.20 WIB film selesai diputar. Peserta keluar studio. Peserta yang menonton di Empire XXI jl.Solo mendapat kejutan yaitu kehadiran Olla Ata Adonara sang sutradara dan Dyah Kalsitorini yang merupakan penulis sekaligus produser film Nyai Ahmad Dahlan. Setelah semua agenda di ikuti peserta menuju untuk melakukan perjalanan pulang. Pukul 11.45 seluruh peserta sudah kembali ke madrasah. Kegiatan ini di harapkan memberikan penguatan dan memberikan pengalaman yang berbeda dalam proses kaderisasi.